A. Jenis-Jenis Bibit Belut

Bibit belut warna hitam dari kepala sampai ekor , bibit ini tidak bisa besar.







Belut yang berwarna "kemerah-merahan terang " disekujur tubuhnya juga tidak bisa besar







Perbedaan bibit yang bisa besar dan tidak bisa besar, bisa dilihat pada warna dadanya. Yang dada hitam tidak bisa besar sedangkan yang kuning bisa besar.




Bibit belut yang berwarna hitam dan panjang, lambat pertumbuhannya (kemungkinan tidak bisa besar walau lama dipelihara).




Bibit yang berwarna dominan coklat dan kehijau-hijauan seluruh tubuhnya bisa besar bila di budidaya. Bibit ini kebanyakan di dapat dari sawah.





Bibit belut warna hitam kepala lebih besar (tidak proporsional) tidak baik untuk dibudidayakan karena tidak bisa besar. Bibit ini kalau dipegang terasa agak keras.



Bibit belut yang berwarna abu-abu paling besar seukuran jempol tangan namun perkembangannya sangat lambat.




Bibit belut yang dominan warna "coklat bening" dan totol-totol hitam sangat bagus untuk dibudidayakan karena cepat besar dalam waktu singkat.




Benih belut ini didapat dari tangkapan dari sawah oleh tukang " Sedek" belut.
Benih ini bisa besar bila dibudidaya.
Perhatikan warna dan coraknya







HATI - HATI PADA PASOKAN BIBIT DALAM JUMLAH BESAR

Bibit Belut yang berwarna coklat kehijauan (bertutul-tutul) seperti gambar ini. Apabila dibudidayakan lama besarnya sedangkan yang berwarna abu-abu, maksimal besarnya sebesar jempol kaki dan yang " Hitam" tidak bisa besar. Biasanya di Daerah Klaten dibikin Kripik Belut. (Laporan dari beberapa Petani Belut yang sudah mencoba)


Bibit ini paling bagus, warna rata-rata punggung kuning kecoklatan dan ada batikannya di bagian ekor, Di bagian Kepala ada "coretan-coretan" warna kuning, dada berwarna kuning / oranye. Paling bagus, ukuran maksimal bisa mencapai sebesar pergelangan tangan

B. Contoh Bak Terpal

Bak terpal lebih efisen dan murah. Kelemahannya hanya dapat dipakai untuk 3 kali panen

C. Contoh Bak Tembok













Bak tembok lebih kuat, biaya agak besar, bisa untuk 10 tahun





D. Media Yang Diperlukan

Gedebok busuk (diusahan yang busuk)








Jerami Busuk (diusahakan yang mawur)








Lumpur sawah yang banyak mengandung lempung (tanah liat) dan tidak terdapat cacing lor sawah jangan dipakai

E. Pengecekan Kematangan Media

Pengecekan media dilaksanakan 2 minggu sekali










F. Karantina Benih

Dilakukan sebelum benih dimasukkan dengan diberi kocokan telur ayam / bebek dan madu murni


G. Jenis Pakan Belut

Kutu air








Cacing Darah / Lor Sawah








Belatung








Bekicot








Jangkrik (kakinya dibuang)








Belalang (kakinya dibuang)








Anak Katak Hijau / Katak Sawah








Yuyu Sawah








Keong Emas / Sawah